Jumat, 28 November 2014

Pantai Selatan Garut



Lagi lagi suatu goresan yang indah, suasana yang damai nyanyian alam. Deburan ombak yang bersenandung, mengaur, menerjang karang yang berdiri kokoh. Waaah~ sungguh indah ciptaan-Nya. Salah satu andalan Pariwisata kab. Garut adalah wisata pantai di pesisir pantai selatan Garut. Garis pantainya dari kec. Cibalong -Caringin. Pantai Cibalong, Pantai Karang Paranje (kec Cibalong). Pantai Cijeruk indah, pantai sayang Heulang (kec Pameungpeuk). Pantai santolo, Pantai Gn Geder, Pantai Karang Papak, Pantai Manalusu (kec Cikelet). Pantai Cicalobak (Kec Mekarmukti). Disebelah barat ada Puncak Guha (kec. Bungbulang) dan Pantai Rancabuaya (Kec. Caringin). 

Kali ini view tentang Rancabuaya, mungkin tidak semua orang pernah mendengar itu. Sebuah pantai yang berada di selatan Pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Garut Selatan, Jawa barat. Jarak kawasan Rancabuaya dari Ibu kota Bandung adalah 167 km, jarak dari Garut Kota adalah 105 km, dan jarak dari Kecamatan Caringin adalah 30 km, Pantai ini langsung menghadap Samudera Indonesia sehingga ombak di tempat ini cukup tinggi. Sedangkan transportasi yang dapat digunakan untuk menuju ke pantai ini adalah dengan menggunakan minibus/elf, sepeda motor, ataupun kendaraan pribadi. Pantai Rancabuaya merupakan tujuan utama dari sebagian besar wisatawan yang berwisata ke Pantai.

Bangunan yang menjadi ciri khas dari Puncak Guha


View dari Puncak Guha


Bukan hanya itu, sepertinya belum afdol jika anda berwisata ke Pantai Selatan Garut tanpa mengunjungi tempat ini. Salah satu yang membuat penasaran yaitu Puncak Guha. Wisata Puncak Guha berada di kecamatan Bungbulang, Kab. Garut. Orang lebih mengenalnya dengan Rancabuaya. Padahal Rancabuaya dibelakang ujung pantai ini disebelah barat, beda kecamatan. Muara sungai menjadi pemisah dua kecamatan ini. Jarak ke Rancabuaya kira-kira 3 km-an. Puncak Guha merupakan sebuah bukit yang berada tepat di bibir pantai dan di bawahnya terdapat goa/guha. Di goa ini terdapat banyak sekali kelelawar dan anda bisa melihatnya dari atas karena terdapat sebuah lubang seperti sumur yang menyambung dengan goa di bawah bukit ini. 


Puncak Guha merupakan semenanjung kecil berupa tebing yang dibawahnya ada Guha tempat kelelawar hidup yang menghadap langsung ke samudra hindia. Pertama kali menginjakan kaki ditempat ini, suasana begitu enak untuk dinikmati. Ada keheningan dan ketenangan sesampainya di Puncak Guha ini. Lautan yang Luas, angin laut yang kencang, pesisir pantai yang ‘Eksotis’, tebing yang curam dgn ombak yang besar.

Puncak Guha, Garut jadi ingat dengan Perahu Kertas karena Puncak Guha adalah tempat bertemunya tokoh Keenan dan Kugy dalam bukunya 'Perahu kertas'. Di Puncak Guha tempatnya sepi, cocok bagi mereka yang membutuhkan ketenangan dan cocok untuk melepas penatnya aktifitas sehari-hari. Untuk masuk ke puncak guha bisa memarkirkan mobil atau kendaraan tepat di puncak guhanya. Di Pintu Gerbang yang terbuat dari Portal, pengunjung hanya membayar Rp 5000 untuk satu motor, dan Rp 10.000 untuk mobil. Ini pun dikelola sama penduduk setempat. Saking sepi dan tenangnya, di Puncak Guha bahkan tidak akan ditemuai satupun pedagang yang menjajakan makanan.
Puncak Guha berjarak ± 130 km dari Garut kota via Cikajang-Pameungpeuk-Cikelet-Puncak Guha. Jalur ini Jalannya lumayan bagus. Bisa menggunakan jalur Bungbulang berjarak ± 90 km dari Garut kota via Cikajang-Bungbulang. Jalur ini jalannya banyak yang berlubang. Jika menggunakan jalur pameungpeuk akan melalui beberapa pantai dan pemandangan yang sangat indah karena menyusuri pesisir pantai selatan. Melewati pantai santolo, pantai manalusu, pantai karang papak, pantai cigalontar. Selain itu, akan melewati puluhan Jembatan Baja dengan pemandangan yang luar biasa. perpaduan Jembatan, Sungai, Sawah dan Pesisir pantai. Pemandangan air laut yang biru, pasir pantai yang halus, dan semilir angin pantai yang tersebar di pesisir pantai menjadi salah satu daya tariknya.

Pintu Masuk Puncak Guha

Guha Kalong


View dari Jalan

View dari Pagar Pembatas

Bukan hanya itu, sepertinya belum afdol jika anda berwisata ke Pantai Selatan Garut tanpa mengunjungi tempat ini. Puncak Guha merupakan sebuah bukit yang berada tepat di bibir pantai dan di bawah nya terdapat goa. Di goa ini terdapat banyak sekali kelelawar dan anda bisa melihatnya dari atas karena terdapat sebuah lubang seperti sumur yang menyambung dengan goa di bawah bukit ini. 

Pemandangan air laut yang biru, pasir pantai yang halus, dan semilir angin pantai yang tersebar di pesisir pantai menjadi salah satu daya tariknya. Karena keindahan pantai ini sangatlah bagus dan sama dengan Pantai Kuta di Bali, bahkan bisa mengalahkan Pantai Pangandaran yang di Kabupaten Ciamis. Keindahan di sana sangatlah jauh dari kata “kotor” karena hapir tidak ada sampah di pesisir pantai ini. Gelombang yang tidak terlalu kuat akan membuat wisatawan nyaman akan tempat ini. 


Indah bukan?

View sebelah kiri
hehe~ numpang eksis

Puncak Guha, 08 April 2014


Jumat, 26 September 2014

Ketika Itu

Berusaha tegar seperti mereka, berusaha tersenyum ketika rasa resah itu melanda seakan mencekam dan mengikat erat paru-parumu hingga kau merasakan pasukan oksigen disekitarmu menyusut. Dikala itu, aku terduduk merenung disudut bumi ditemani cekaman malam yang setia menemani menghadap-Mu. Menengadahkan tangan, dan tak henti-hentinya meminta pada sang kekasih; Allah.
Tegarkanlah wahai zat yang Maha Perkasa, insan yang rapuh ini takan bisa mengaruhi bahtera dunia tanpa seizin-Mu. Aku bagaikan setitik debu yang ada di bumi ini yang takan pernah terlihat dan terjamah. Besok, lusa, ataukah nanti aku akan kembali menghadapmu dengan permintaan yang sama. Lindungilah keluargaku, sahabat-sahabatku, berkatilah mereka dan sayangi mereka seperti mereka menyayangiku, berikanlah rezeki yang berlimpah ruah, sehatkanlah selalu, dan mudahkan dalam segala urusan atas ridha-Mu.

Ketika kau lelah, bersardar lah
Ketika kau sedih, tersenyum lah
Ketika kau ragu, berpegangan lah
Ketika kau sesak, ambil napas lah
Ketika kau merasa rindu, pejamkanlah

“Kerinduan akan kedamaian, kerinduan akan kasih sayang, kerinduan atas kebersamaan”


Terimakasih, betapa beruntungnya memilki teman, sahabat, guru, dosen, orang tua angkat seperti Anda sekalian. Luar biasa aku mengenal orang-orang hebat seperti kalian. 

Kamis, 11 September 2014

Kerinduan

Ketika kerinduan itu menyerang, aku hanya bisa menutup mataku dan kau ada dikala itu. Namun, ketika mataku terbuka kembali, kau pergi bersama cahaya yang jatuh ke retinaku. Aku merindukanmu.. Ya, Aku merindukanmu. Ingin sekali aku memelukmu lamaa~ ingin sekali rasanya bertemu denganmu, Kau tahu betapa Aku sangat-sangat merindukanmu. Miss You So Much 


Sesak rasa di dada kian menghimpit
Serasa ngilu saat bayangmu datang menggoda
Ku ingin lumatkan semua rasa yang ada padamu
Dan hanya untuk menjadi sebuah kenangan rindu
Namun lupakan rindu terlarang antara kau dan aku
Hanya waktu kan menjawab semua rasa rindu yang membelenggu



' Untuk Ayah Tersayang '

Rabu, 25 Juni 2014

Ketika Air Mataku Habis



Ingin aku lepas semua penat, yang tertimbun membebaniku. Ingin sekali menyapanya walau sekedar lewat komentar. Sebatas menanti agar bisa merangkul pelangi dengan mesra, sepertinya. Semu semata. Aku takut, detik waktu hanya bisa aku hitung—tanpa bisa dijalani. Aku terlalu takut menyapamu langsung, Makhluk Astral.  

Terkadang sadar, apa yang aku lakukan adalah hal gila. Namun, ketika air mataku telah habis, aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa lagi menangis, Aku tidak mengerti mengapa air mata ini tidak pernah lagi terjatuh, mungkinkah ini karena kauterlalu sering melukaiku? Kurasa iya. Ketika air mataku telah habis, Aku mulai tak acuh dengan keadaanmu, Aku mulai tak mau lagi kehadiranmu, mungkinkah ini karena ketidakpedulianmu?

Ketika air mataku telah habis, waktuku saat ini hanya menjadi milikku dan tidak ada lagi kamu walau seguratan kecilpun. Lelahku mulai meniadakanmu di hidupku, hadirku selalu saja hanya sebatas ilusi untukmu, tidak pernah kauharapkan. Semu, layaknya bayangan; tidak pernah kauanggap ada. Sekalipun kehadirannya memang ada dan benar-benar nyata.

Ah~ Sudahlah itu masa lalu, kini songsong masa depan yang ada di depan mata. Biarkan masa lalu itu sebagai cermin spion yang dilihat hanya sewaktu-waktu saja, tidak untuk terus dipandang.

Jumat, 13 Juni 2014

Implengan



Duh Gusti, bade dugi ka iraha,
Bade sabaraha lami deui simkuring ngulikbek dina implengan jeung impenan?
Naha kuring teu bosen terus kukurilingan di alam anu jauh tikanyataan?
Nyipta-nyipta kaendahan, tur padahal mah kaendahan eta teh taya jirimna.
Da kuring ge hayang atuh ngarasaan kabagjaan anu sabenerna, kabagjaan jeung kaendahan anu bisa jadi panineungan, lain saukur implengan.
Ah~ tapi gening simkuring teh teu bisa nanaon, saukur bisa usaha jeung ngadu'a sangkan naon nu diimplengan sareng diimpenan teh tiasa janten kanyataan,
Muhun~ Ku kersaning Gusti.