Berusaha
tegar seperti mereka, berusaha tersenyum ketika rasa resah itu melanda seakan
mencekam dan mengikat erat paru-parumu hingga kau merasakan pasukan oksigen disekitarmu
menyusut. Dikala itu, aku terduduk merenung disudut bumi ditemani cekaman malam
yang setia menemani menghadap-Mu. Menengadahkan tangan, dan tak henti-hentinya meminta
pada sang kekasih; Allah.
Tegarkanlah
wahai zat yang Maha Perkasa, insan yang rapuh ini takan bisa mengaruhi bahtera
dunia tanpa seizin-Mu. Aku bagaikan setitik debu yang ada di bumi ini yang
takan pernah terlihat dan terjamah. Besok, lusa, ataukah nanti aku akan kembali
menghadapmu dengan permintaan yang sama. Lindungilah keluargaku, sahabat-sahabatku,
berkatilah mereka dan sayangi mereka seperti mereka menyayangiku, berikanlah rezeki
yang berlimpah ruah, sehatkanlah selalu, dan mudahkan dalam segala urusan atas
ridha-Mu.
Ketika kau lelah,
bersardar lah
Ketika kau sedih,
tersenyum lah
Ketika kau ragu,
berpegangan lah
Ketika kau sesak, ambil
napas lah
Ketika kau merasa rindu,
pejamkanlah
“Kerinduan akan
kedamaian, kerinduan akan kasih sayang, kerinduan atas kebersamaan”
Terimakasih, betapa
beruntungnya memilki teman, sahabat, guru, dosen, orang tua angkat seperti Anda
sekalian. Luar biasa aku mengenal orang-orang hebat seperti kalian.
0 komentar:
Posting Komentar