Rabu, 26 Maret 2014

Aku Merindukan Dia



Kepada seseorang yang sedang sangat aku rindukan saat ini, pikiranku kembali melanglang kepada ingatan tentangmu. Mungkin masa-masa indah yang telah berlalu. Dulu, setiap senyum ini adalah untukmu. Dulu, air mata ini adalah air mata kebahagiaan tiada tara yang tak mampu lagi kupendam. Tapi itu dulu. Hari ini jantungku kembali berdetak tak tenang. Air mataku berlinang pelan-pelan dan ini bukan air mata bahagia lagi. Ini air mata kerinduan yang pernah terpendam dalam kesibukan. Aku tidak mampu lagi membendungnya. Aku tidak tahu sudah seberapa jauh dasar hatiku menyimpan cinta untukmu. Sampai rasanya sesakit ini untuk mengingat langit mendung di musim kemarau. 



Aku terlalu menyayangimu, atau mungkin hanya berambisi memilikimu saja. Tapi, rasa sayang dan keinginan untuk memiliki berbatas sekat yang sangat tipis, hampir transparan. Aku tak mampu membedakannya dengan jelas. Yang kutahu, saat ini aku sangat sangat sangat merindukannu. Ada sebuah kenangan di kelas dan di pantai, tapi tidak ada hari yang jelas untuk mengingatnya. 
Suaramu masih terdengar sayup-sayup saat aku menutup mata. Aku masih tidak rela kehilanganmu. Sungguh aku masih belum rela. Malam ini aku berangan-angan gila. Aku ingin kamu datang, meski tak membawa apapun. Aku hanya ingin kamu datang di hadapanku dan aku bisa menggenggammu dengan erat. Aku ingin menangis lebih keras di depanmu, meski mustahil. Seberapa banyak aku harus mengatakan “Aku sayang sama kamu” agar kamu bisa mendengarnya dari kejauhan? Setidaknya, satu-satunya harapan yang mungkin adalah kamu benar-benar  datang dalam mimpiku dan aku bisa menangis dengan lega. Sungguh aku sangat merindukanmu. Rasanya sakit sekali, kamu tahu? Maaf,  ini terlihat sangat berlebihan. Tapi inilah yang sedang aku rasakan. Aku tak bisa menahannya.


Fa_Nu

1 komentar:

Rine_erin mengatakan...

jleb banget :'(

Posting Komentar