Jumat, 26 September 2014

Ketika Itu

Berusaha tegar seperti mereka, berusaha tersenyum ketika rasa resah itu melanda seakan mencekam dan mengikat erat paru-parumu hingga kau merasakan pasukan oksigen disekitarmu menyusut. Dikala itu, aku terduduk merenung disudut bumi ditemani cekaman malam yang setia menemani menghadap-Mu. Menengadahkan tangan, dan tak henti-hentinya meminta pada sang kekasih; Allah.
Tegarkanlah wahai zat yang Maha Perkasa, insan yang rapuh ini takan bisa mengaruhi bahtera dunia tanpa seizin-Mu. Aku bagaikan setitik debu yang ada di bumi ini yang takan pernah terlihat dan terjamah. Besok, lusa, ataukah nanti aku akan kembali menghadapmu dengan permintaan yang sama. Lindungilah keluargaku, sahabat-sahabatku, berkatilah mereka dan sayangi mereka seperti mereka menyayangiku, berikanlah rezeki yang berlimpah ruah, sehatkanlah selalu, dan mudahkan dalam segala urusan atas ridha-Mu.

Ketika kau lelah, bersardar lah
Ketika kau sedih, tersenyum lah
Ketika kau ragu, berpegangan lah
Ketika kau sesak, ambil napas lah
Ketika kau merasa rindu, pejamkanlah

“Kerinduan akan kedamaian, kerinduan akan kasih sayang, kerinduan atas kebersamaan”


Terimakasih, betapa beruntungnya memilki teman, sahabat, guru, dosen, orang tua angkat seperti Anda sekalian. Luar biasa aku mengenal orang-orang hebat seperti kalian. 

Kamis, 11 September 2014

Kerinduan

Ketika kerinduan itu menyerang, aku hanya bisa menutup mataku dan kau ada dikala itu. Namun, ketika mataku terbuka kembali, kau pergi bersama cahaya yang jatuh ke retinaku. Aku merindukanmu.. Ya, Aku merindukanmu. Ingin sekali aku memelukmu lamaa~ ingin sekali rasanya bertemu denganmu, Kau tahu betapa Aku sangat-sangat merindukanmu. Miss You So Much 


Sesak rasa di dada kian menghimpit
Serasa ngilu saat bayangmu datang menggoda
Ku ingin lumatkan semua rasa yang ada padamu
Dan hanya untuk menjadi sebuah kenangan rindu
Namun lupakan rindu terlarang antara kau dan aku
Hanya waktu kan menjawab semua rasa rindu yang membelenggu



' Untuk Ayah Tersayang '